PENAJAM- Mendengar tanggapan Ketua DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Nanang Ali yang menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pertemuan antara warga yang menjadi korban dugaan pencemaran lingkungan di pesisir Desa Kayu Api oleh aktifitas kapal ponton milik Chevron dengan manajemen Chevron ditindaklanjuti Ketua LSM Forum Aspirasi Rissman (FAR) Bersatu Helen.
Selaku perwakilan warga yang menjadi korban, ia melayangkan surat permohonan kepada DPRD PPU untuk memediasi pertemuan antara kedua belah pihak. “Tadi saya baru saja mengajukan surat ke DPRD, tapi saya tidak bertemu dengan Ketua DPRD, jadi surat diterima oleh stafnya,” kata Helen kemarin.
Kesiapan DPRD PPU memfasilitasi pertemuan ini disambut baik warga korban, karena selama ini ia meminta kepada Polres PPU untukmemfasilitasi namun tak kunjung ada jadwal pertemuannya.
Pernah terjadi pertemuan antara kedua belah pihak yang dihadiri manajemen Chevron di PPU, namun pertemuan tak menghasilkan keputusan lantaran manajemen Chevron yang hadir tak bisa membuat keputusan.
Jadwal pertemuan kedua,Polres PPU mengundang manajemen Chevron dari Balikpapan yang dianggap memiliki kewenangan mengambil keputusan namun undangan tak hadirinya.
“Kami sudah mendesak Polres agar menjadwalkannya, tapi sampai kasus ini diberitakan belum ada juga jadwalnya,” katanya.
Sementara Kapolres PPU Dede Rahayu melalui Kasat Reskrim Hanifa Siringoringo mengatakan, pihaknya kesulitan untuk menghadirkan manajemen Chevron dalam memfasilitasi persoalan tersebut. Karena surat yang dilayangkan kepada Chevron hanya bersifat undangan bukan pemanggilan.
“Yang namanya undangan, bisa dihadiri bisa tidak, kita tidak bisa memaksa untuk hadir,” katanya belum lama ini.
Seperti diketahui, korban pencemaran mengakibatkan 2.168 ekor ikan milik Abdul Latif di Keramba Jaring Apung (KJA) di Pesisir laut Desa Kayu Api Kelurahan Penajam mendadak mati dengan total kerugian yang dideritanya mencapai Rp800 juta. (kh)
Kamis, 26 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

sebagai perwakilan waryat DPRD harus bisa memfasilitasi persoalan warganya
BalasHapushidup rakyat!!!