NUNUKAN- Aktivis Lingkungan Agus Suyitno, dari World Wide Fund (WWF) Kaltim mengungkapkan ada sekitar 11 desa di Kecamatan Sebuku yang rawan dengan konfik gajah Sebuku (Elephas Maximus Borneensis) dengan masyarakat karena merupakan jalur daerah jelajah gajah soliter tersebut.
“Lima sampai tujuh bulan gajah itu bergerak melewati perkebunan sawit dan juga di beberapa perkebunan masyarakat serta pemukimannya. Wilayah konflik itu ada 11 desa yang menjadi jalur daerah jelajah gajah, tapi yang paling sering dikunjungi gajah itu ada empat desa,” kata Agus Suyitno, beberapa hari lalu.
selengkapnya: http://www.korankaltim.co.id/read/news/2011/20060/11-desa-di-sebuku-rawan-konflik-gajah-masyarakat-.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar