Rabu, 14 Desember 2011

Disparpora Siapkan Rumah Batik

NUNUKAN – Agar pengembangan keahlian membatik masyarakat binaan di Nunukan semakin terfokus, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Nunukan selaku leading sector yang menangani hal ini berencana akan menyewa bangunan sebagai rumah produksi batik khas Nunukan.
Dikatakan Sekretaris Disparpora H. Asmar SE, bangunan ini tahap awalnya diperuntukkan bagi daerah Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan. “Tahun 2012, kita akan sewakan bangunan khusus untuk pelaksanaan pembatikkan. Tujuannya untuk mempermudah pembinaan serta terus melatih para kader batik yang sudah dibina sebelumnya,” kata Asmar.
Dikatakannya, Pemkab Nunukan sedang menggelorakan semangat membatik bagi masyarakat, sekaligus mengangkat kreativitas masyarakat lewat motif batik khas Nunukan, agar terlihat ciri khasnya. Terlebih juga untuk mematahkan anggapan bahwa batik hanya identik di Pulau Jawa. Dibuktikan, Nunukan daerah perbatasan NKRI dengan Malaysia bisa berkreasi dan memperoleh pengakuan “Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)”.
“Harapan kedepan, setelah ada pengakuan dari HAKI pun akan kita rekomendasikan kepada pemerintah daerah agar motif batik khas Nunukan dijadikan seragam kebesaran pegawai maupun anak sekolah,” sebutnya kepada Radar Tarakan.
Diketahui, motif batiknya mewakili suku atau etnis tempatan yang ada di Nunukan di antaranya etnis Tidung, Bulungan, Dayak Lundayeh dayak Tahol dan Dayak Tagalan. Dijelaskan mantan Kepala DKP Nunukan ini, dari peleburan 5 motif tersebut sudah ada kesepakatan awal, hanya tinggal penambahan sedikit motif lainnya. “Agar ketika dipatenkan, tidak ada lagi suara sumbang bahwa motif suku tidak terwakilkan. Tapi ada satu kekurangan yang akan kita analisa kembali seperti pohon “Nunuk” atau beringin,” tuturnya.
Untuk tenaga pembatik, Disparpora telah membina kurang lebih 50 orang, meski sasaran awal masih lingkup Kecamata Nunukan dan Nunuka Selatan. Pertimbangan di 2012, mulai menjangkau wilayah kecamatan lain untuk pembinaan dan pembentukan kelompok baru.
“Dari segi alat dan bahan, tahun 2012 sudah kami usulkan dana pengembangan kreativitas membatik tenaga binaan. Kita faslitasi karena memang kegiatan membatik motif khas Nunukan ini masih gawean pemerintah untuk mengembangkan sampai dengan mempatenkan. Selanjutnya, kita akan mencari kader batik di daerah lain lagi,” jelas Asmar. (dta/ash)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar