NUNUKAN – Program keluarga berencana (KB) di Kabupaten Nunukan perlu terus disosialisasikan. Dikatakan Kepala Bidang KB di Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Nunukan, Nurmadia SKM MKes, saat ini masih banyak masyarakat, khususnya di daerah pedesaan atau pelosok Nunukan minim ikut program KB lantaran penyuluhan serta pelayanan yang kurang menjangkau daerah tersebut.
Terlebih, lanjut Nurmadia, hingga kini tidak dipungkiri masih adanya anggapan masyarakat bahwa banyak anak banyak rezeki. Permasalahan ini tentunya perlu perhatian serius agar program KB menyentuh dan diterima seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya lewat peningkatan pelayanan tim KB keliling (TKBK) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB).
“TKBK khususnya memberikan pelayanan KB ke masyarakat di kecamatan berupa metode suntik, pil KB, pemasangan ayudi, implan dan pemberian kondom. Demikian pula PLKB yang juga memberikan penyuluhan dan pemahaman ke masyarakat pentingnya mewujudkan slogan BKKBN yakni “2 anak lebih baik”,” terang Nurmadia.
Mantan pejabat Dinas Kesehatan Nunukan ini pun menyebutkan, jumlah PLKB saat ini sebanyak 25 orang yang bertugas memberikan penyuluhan ke 300-an desa se-Kabupaten Nunukan, hingga desa terjauh seperti di Krayan, Sembakung, Lumbis dan desa lainnya. “Tahun depan kami usulkan anggaran agar 15 kecamatan bisa terjangkau oleh TKBK dan PLKB dalam pelayanan KB. Pentingnya tim-tim ini digerakkan untuk meningkatkan dan mendorong masyarakat, terutama pasangan usai subur (PUS) untuk ber-KB. Sebab 2 anak itu banyak untungnya,” bebernya kepada Radar Tarakan.
“Ekonomi pas-pasan, 1-2 anak untuk gizi bisa tercukupi, pendidikan bisa terencana. Sedangkan tidak KB, banyak anak tentu beban keluarga bertambah besar. Nah, TKBK ini targetnya untuk pelayanan masyarakat miskin. Harapannya, masyarakat miskin di setiap kecamatan bahkan desa kalau bisa ber-KB, bagi yang belum,” imbuh Nurmadia.
Imbauan dua anak ini bukan berarti pemerintah melarang masyarakat memiliki banyak anak, namun lebih pada anjuran pengaturan cara kelahiran agar sang ibu dan anak tidak beresiko. “Makanya diusulkan baik TKBK dan PLKB bisa ikut dalam pelayanan ke desa-desa. Semoga usulan anggaran dan programnya disetujui untuk dilaksanakan 2012 mendatang,” tandasnya. (dta/ash)
Rabu, 14 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar