Rabu, 14 Desember 2011

LSM Dukung Kebijakan Kadisdik Nunukan

NUNUKAN- Aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Panjiku Mansyur Rincing mengapresiasi upaya yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Nunukan Nizaruddin untuk memetakan dan melakukan redistribusi guru agar penempatan guru merata di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Nunukan.

Ia mengatakan, selain dapat mengatasi kekurangan guru yang terjadi di sekolah-sekolah di pedalaman, kebijakan itu juga menunjukkan konsistensi pemerintahan Basri Asmah Gani yang akan melakukan panataan ulang pegawai dilingkungan Pemkab Nunukan.

Mansyur mengatakan, sudah tepat jika para guru ini dikembalikan mengajar sesuai dengan surat keputusan (SK) penempatannya saat diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
"Komitmennya sudah jelas, ketika mengikuti tes dia siap ditempatkan paling sedikit selama 10 tahun," ujarnya.

Mansyur mengatakan, penempatan di kawasan pedalaman merupakan keputusan guru itu sendiri saat mengikuti seleksi CPNS.

"Kita tidak ingin seleksi CPNS hanya dijadikan batu loncatan untuk mengejar PNS. Mereka saat tes memilih sekolah di pedalaman yang peminatnya sepi, begitu lulus malah meminta pindah ke kota," ujarnya.

Menurutnya selama ini tak sedikit guru yang tetap konsisten mengajar sesuai dengan penempatannya. Namun tak sedikit pula yang belum mengajar di tempat tugasnya sudah meminta pindah ke kota.

"Dan yang pindah ke kota pasti mendapatkan fasilitas khusus dari pejabat. Dengan memo mereka bisa memilih sekolah-sekolah di kota. Ini diskriminatif. Karena ada yang harus pontang panting tugas di pedalaman sementara mereka dengan fasilitas pejabat bisa seenaknya memilih mengajar di kota," ujarnya.

Dengan menempatkan para guru sesuai dengan SK ini, tentu Pemkab Nunukan tidak harus menyediakan formasi yang sama di pedalaman.

"Selama ini formasi CPNS di pedalaman hanya jadi batu loncatan saja. Akhirnya setiap tahun pemerintah mengusulkan formasi yang sama. Ini harus dibenahi," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Nunukan Nizaruddin mengatakan, setelah dilakukan pembenahan dilevel kepala sekolah pihaknyapun segera melakukan pemetaan dilanjutkan mutasi para guru.

"Dalam bulan-bulan ini setelah dilakukan mutasi kepala sekolah langsung kita petakan kembali guru-guru di sekolah-sekolah yang ada di Nunukan. Paling lambat bulan Januari, mutasi guru sudah terealisasi," ujarnya.

Ia memastikan, mutasi guru dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan. Mereka yang menjadi target mutasi mulai dari guru sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar